Oemba | Oregon Executive MBA Program

Portal edukasi oregon untuk negara amerika dan indonesia

Profesi Guru Sepi Peminat, PGRI Tekankan Kesejahteraan
Akuntansi

Profesi Guru Sepi Peminat, PGRI Tekankan Kesejahteraan

Profesi Guru Kurang Diminati Generasi Muda, PGRI Soroti Kesejahteraan

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyoroti rendahnya minat generasi muda untuk berprofesi sebagai guru. Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, menyebut penyebab utamanya adalah faktor kesejahteraan dan ketidakpastian status pekerjaan.

Menurut Unifah, masih banyak guru yang belum hidup layak meski profesinya disebut mulia. Status kepegawaian yang tidak jelas, jenjang karier yang terbatas, hingga minimnya jaminan sosial membuat profesi ini kurang menarik bagi generasi muda.

Baca Juga: Vespa LX 150 Terbaru Resmi Dirilis, Harga Rp 46,5 Juta

Hanya 11 Persen Anak Muda Berminat Jadi Guru

Hasil survei sederhana PGRI menunjukkan hanya 11 persen anak muda yang tertarik menjadi guru. Bahkan, sebagian dari mereka memilih profesi tersebut bukan karena panggilan hati, melainkan karena keterbatasan pilihan pekerjaan.

Unifah menilai pemerintah sering menyampaikan retorika bahwa guru adalah profesi mulia, namun kurang menunjukkan komitmen dalam program nyata untuk meningkatkan kesejahteraan pendidik. Pernyataan sejumlah pejabat yang dianggap meremehkan peran guru juga semakin melemahkan citra profesi ini.

Perlunya Perubahan Pola Pikir Pemerintah

Unifah menegaskan bahwa kesejahteraan guru harus menjadi prioritas. Menurutnya, meningkatkan kualitas pendidikan tidak bisa terwujud tanpa memberikan penghargaan yang layak bagi tenaga pendidik.

“Mindset pemerintah perlu diubah. Kalau pendidikan dianggap penting, maka dimulai dari guru,” ujarnya.

PGRI juga akan membawa isu ini ke forum internasional bersama OECD untuk membahas menurunnya minat anak muda terhadap profesi guru.